Mlaku Mlaku Nang Semarang


“Benjoo abis gue kelar, kita liburan yuk?  Nabung dari sekarang”, rengekan gue ke Novi.
“Iya ayokk. Ambon yuk?” As usual dia selalu berusaha nurutin kemauan gue meskipun kadang dia ngeselin juga.
“Hmm. Kuy lah. Aku mah apa aja, yang penting liburan Please!”

Perskripsian adalah masa masa horror yang pasti dirasain sama semua mahasiswa tingkat akhir. Yes and I felt it too! Beneran yang namanya begadang nyekripsi, kulit belang karena 9 bulan berjemur di lahan saat matahari lagi lucu lucunya, tanaman penelitian yang mati, dan tekanan dari society yang bikin ingin rasanya tiba tiba wisuda di Graha Sanusi tanpa sidang skripsi. Dan gue udah promise ke diri sendiri untuk liburan selepas menjadi sarjana dan Alhamdulillah tanggal 3 Juli 2017 aku resmi jadi sarjana pertanian! Hurrayy!
Selepas lulus, ya aku nagih janji ke diri aku sendiri. Untuk liburan! Gue langsung hubungin si Novi Benjowati untuk merancang kapan kita berlibur dan kemana. Saat itu dia sedang riweuh penelitian di laboratorium sehingga Ambon pun nampak sulit terlaksana. Akhirnya gue bilang ke dia kalau pengin ke Semarang dan Jogja. Alasannya. Eumm karena pengin ke Sam Poo Kong dan pengin ke Tempo Gelato wkwk. Sesimpel itu alasan milih tempat liburan. Hahaha.  Setelah berunding, kami memutuskan untuk berlibur di bulan Agustus, setelah aku wisuda. Alasannya karena Benjo hanya bisanya tanggal segitu (asli saat itu gue udah mikir gabakal jadi liburan dengan dia saking dia sibuknya) dan biar aku kelarin urusan wisuda dulu. Dengan membaca bismillah gue dan dia mendeklarasikan bahwa pada pertengahan Agustus kami akan berlibur berdua.
Karena si Benjo sibuk parah, dia gabisa balik ke Bekasi dulu. Akhirnya aku nyamperin dia dulu ke Purwokerto sendirian naik kereta. Untungnya aku selalu menikmati perjalanan naik kereta. Sesampai di Purwokerto, seperti biasa Benjo jemput gue di stasiun lalu kami makan sup kaki kambing favoritku di Lapangan Glempang. Itu beneran endeuzz banget, sampai sampai selalu nyempetin makan disitu kalau lagi ke Purwokerto. Kalau kalian kesana, harus coba yaa!
Sup Kaki Kambing Glempang Endeuz
Di Purwokerto ini aku stay dua hari karena Benjo harus ngurusin penelitian dia dulu. Niatnya aku ingin mampir ke pantai di Kebumen, tapi apa daya karena si Benjo harus ke lab terus jadi malah gue yang nemenin dia nge lab mulu. Akhirnya Cuma jajan makanan enak di PWT aja. Dan konyolnya kita adalah. Kita belum beli tiket untuk ke Semarang, belum beli tiket untuk ke Jogja, dan bahkan kita belum tau mau ke Jogja apa Semarang dulu wkwk. Untuk tempat penginapan? Wahh opo meneh iku, jelase yo urung pesen. Akhirnya H-1 sebelum keberangkatan kita pesen tiket ke Semarang dan booking penginapan.
Kami naik kereta Kamandaka (Purwokerto- Semarang Poncol) yang memakan waktu perjalanan sekitar 4 jam. Perjalanan kereta ke Semarang seru banget. Ada rute dimana rel kereta dekat banget sama pinggir laut, dan itu lumayan panjang. Aku kaget sih, kok bisa ya rel dekat sekali sama pinggir laut dan ga abrasi hahaha. Ini nih penampakannya.
Tuhkan sedekat itu air dan rel
Setelah kami sampai di Semarang, kita disambut dengan cuaca panas sekali dan matahari benar-benar terang banget. Bahkan aku sampai ga kuat membuka mata penuh – penuh saking silaunya. Kami naik grabcar ke penginapan. Oh iya, kami nginap di Airy rooms di daerah Sampangan dengan harga per malam sekitar 150 ribu. Setelah istirahat sebentar dan bersih bersih. Kami langsung keluar untuk menjelajahi beberapa tempat di Semarang. Ini aku bikin list tempat yang kami kunjungi selama 3 hari 2 malam di Semarang. Apa aja yaaa?

1.       Simpang Lima Semarang
Sebenernya simpang lima ini kaya lapangan berumput gede gitu. Kaya alun alun kali ya? Didepan simpang lima ada Masjid Agung Baiturrahman dan kami solat magrib disitu. Menurut aku unik deh masjidnya. Jadi untuk wanita kan solatnya di lantai atas. Nah buat kelantai atas kita bisa lewat jalan yang kaya dirumah rumah sakit gitu lohh. Tau gak sih kalau kaya buat dorong kasur rumah sakit. Jadi gaada tangga berundak- undak. Cuma rata aja tapi miring dan makin lama makin nanjak.Ini aku ada foto waktu di dalam mesjidnya. Tapi agak gelap karena memang gelap hahaha
Masjid Agung Baiturrahman Semarang
Selepas ke masjid kami makan di angkringan depan masjid. Hmm lebih tepatnya depan dan agak kekiri sedikit sih. Hehehe. Itu aku super happy, karena pilihannya banyak dan murah meriah banget. Kayaknya sekitar 3 ribuan apa ya? Lupa sih pokoknya aku beli 6 bungkus nasi sama beberapa sate, gorengan dan minuman itu berdua cuma berapa gitu. Ga nyampe 35rb. Udah mah beneran enak lagi. Mungkin kalau orang Semarang udah tau angkringan ini kali ya. Soalnya ramai sekali yang makan disitu.
Rak yang isinya pilihan nasi dan lauk pauk
2.        Sam Poo Kong
Sam Poo Kong ini klenteng petilasan yang merupakan tempat pendaratan pertama Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho (dari Wikipedia). Tiket ke Sam Poo Kong ini ada yang 8rb dan 20rb. Bedanya kalau yang 8rb kamu gabisa masuk ke area area klentengnya. Dimana ada 6 klenteng disini. Akhirnya kami beli yang 20rb biar bisa masuk ke klentengnya. Setelah masuk wow luas banget dan warna merah mendominasi dimana mana. Terus ada patung Laksamana Cheng Ho nya yang gede dan tinggi didekat gerbang yang megah juga. Rasa rasanya kayak di film Assalamualaikum Beijing hahahaha. Aku dan Benjo pikir kami boleh menginjakkan kaki di dalam klenteng kan. Ternyata gaboleh kecuali untuk sembayang. Huhu Sad. Jadi yang membedakan tiket 20rb dan 8rb itu adalah. Kalau 8rb hanya boleh di lapangan aja. Kalau yang 20rb boleh masuk area klenteng klenteng (yang memang ada pagar pemisah dari lapangan). Tapi ya tetap aja gaboleh bener-bener masuk ke klentengnya. 
Patung Laksamana Cheng Ho




Area Klenteng yang Boleh dimasuki Wisatawan
 Disini selain ada klenteng- klenteng juga ada relief yang mengisahkan bagaimana Laksamana Cheng Ho dan pengikutnya saat pendaratan pertama di Pulau Jawa ini. Reliefnya terletak dibelakang klenteng dan memanjang kesamping. Aku suka deh liatnya, gatau kenapa tapi itu bagus dan kaya instagramable banget hahaha. Selain itu ada juga replika kapal laksamana Cheng Ho dan pohon yang akarnya atau rantingnya membentuk rantai kapal.
Dinding Relief Perjalanan Laksamana Cheng Ho
Replika Kapal Laksamana Cheng Ho
 
Pohon Rantai Kapal

Oh iya disini juga kalian bisa nyewa baju adat cina waktu itu harganya 100rb. Terus nanti ada payung payung ala cina juga. Terus bisa foto deh. Aku sama Benjo ga nyewa soalnya kami udah kepanasan di Sam Poo Kong dan mau pergi ke tempat lain. Spot ter paling aku suka adalah ada tiang tiang yang diatasnya ada boneka boneka cina. Bonekanya putih putih sipit gemash sekali. Rasanya pengin bawa pulang yang gemay gemay hahaha.
Patung Cina Gemas Sekali
3.       Lawang Sewu
Ini juga iconnya kota Semarang nihh. Lawang sewu itu dahulunya merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Kalau bahasa jawa kan sepur itu kereta ya, berarti ini kantor kereta waktu penjajahan Belanda kali ya. Hahaha. Lawang Sewu ini ada di daerah bundaran Tugu Muda. Depan-depanan dengan museum Mandala Bhakti. Tiket masuk sini 10rb rupiah. Saat kami kesana, itu udah agak sore dan lagi ada grup musik keroncong di lapangannya. Berasa lagi jaman dulu banget. Oh iya, di dalam Lawang Sewu ini memang ada tentang bagian bagian kereta yang dipajang dan foto-foto perkembangan kereta jaman dulu juga. Selain itu disini juga ada foto-foto saat gedung Lawang Sewu ini diperbaiki. Kebetulan saat kami kesana juga ada satu gedung yang diperbaiki lantainya.
Untuk bentuk bangunannya, ya bangunan-bangunan eropa lah ya. Dan ada spot yang paling aku suka yaitu di lantai 2. Ada kaca tinggi yang berwarna warni dan kelihatan megah sekali. Menurutku bagusnya mirip di museum BI daerah Kota Tua. Oh iya, ternyata disini beneran banyak pintu dan jendelanya. Satu lorong aja bisa berapa tau pintunya. Mana tinggi-tinggi. Apa orang jaman dulu itu tinggi-tinggi ya? hahaha
Grup Keroncong di Lawang Sewu
Gedung Lawang Sewu

Spot yang paling aku suka di Lawang Sewu

Foto-foto pembangunan kereta jaman dulu dan terpampang wajahku yang gosong akibat matahari SMG
4.       Gereja Blenduk
Aku dan Novi ke daerah Kota Lama naik angkot dari penginapan. Kita pengin sekali nyobain naik angkot di SMG. Nah pas ditengah-tengah perjalanan kita nanya ke ibu-ibu soalnya takut nyasar. Ternyata disana kalau bilang angkot itu "Dayatsu". Pertama aku mikir apaan maksudnya. Setelah dipikir-pikir ternyata mungkin maksudnya "Daihatsu" kali ya. hahaha. Untung nyobain naik angkot, jadi tau sesuatu yang beda lagi di SMG.
Nah, Gereja Blenduk ini ada di daerah Kota Lama Semarang. Ya kayak Kota Tuanya Jakarta kira kira, karena di daerah itu bangunannya pada gaya Eropa semua. Gereja Blenduk ini menurut info yang kudapat dari Wikipedia, merupakan gereja yang tertua di Jateng (dibangun pada 1753). Tua banget ya. Terus di dalam gereja ini ada orgel barok, dan selain jemaat boleh masuk kesana (ada biaya retribusinya kalau yang aku lihat dari review di internet itu 10 rb). Sayangnya saat aku kesana, gerejanya udah tutup jadi hanya bisa melihat dari luar aja. Bentuk gerejanya juga unik dengan kubahnya yang mblendugh itu. Disamping gereja ada taman yang ramai banget buat duduk duduk santai dan banyak tukang dagang juga. Terlebih saat kami kesana itu kan pas 17 Agustus. Jadi makin ramai bahkan ada pasangan yang pakai baju couple merah putih hahaha. Disini juga banyak spot foto yang kece buat upload di IG. hahaha

Gereja Blenduk Semarang
Benjowati yang Cantiknya mirip Mba Zaskia Sungkar
Selain ke landmark landmark itu, aku juga sempet ke Paragon Mall dan Ciputra Mall. Tapi itu ga perlu diceritain lah yaa, sama aja kayak mall mall pada umumnya. Kalau keduanya mau dibandingin, menurutku Paragon lebih middle-up class. Oh iya untuk tempat oleh-oleh sendiri, aku beli di Bandeng Presto. Sebenernya tadinya mau ke Juwana, tapi tempat parkirnya susah, jadilah dibawa sama Mas Grabcarnya ke Presto. Pokoknya liburan ke SMG menurutku sangat affordable, karena bahkan saat itu aku masih bisa saving dari sisa pengeluaran liburan. Udah dulu ya gengss! Matur nuwun.






Komentar

  1. Balasan
    1. Coba tolong kalau komen mohon dikondisikan wahai Netizen

      Hapus
  2. Ceritanya menarik, tetapi lebih menarik di foto pembangunan kereta api ga ada mba silnya yaa hahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih netizen dedek Idham yang budiman. Kritik dan saran yang sangat membangun

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Pertama Tes TOEFL ITP

Happy Milad Ikubaru !

Getranke :)