Pengalaman Pertama Tes TOEFL ITP



Hallo! Hari ini sesuai dengan vote yang aku adakan di stories instagramku (wkwk medianya teh instagram), aku mau menceritakan bagaimana sih tes TOEFL ITP itu. Hemm ceritanya dari latar belakang dulu ya (skripsi kalii). Why should I take that test? Jadi, aku sedang mengikuti seleksi ODP salah satu perusahaan BUMN, which one of their requirements is TOEFL ITP score. Harus banget yang ITP, padahal aku sudah punya yang TOEFL prediction. Sebenernya tes TOEFL ITP ini bisa dibilang nekat, jadi aku tuh harus punya sertifikat itu saat aku interview user, tapi aku sendiri belum dikasih tau apakah aku lolos untuk lanjut tahap interview user. Berhubung tes TOEFL ITP itu rebutan (aku udah telp ke beberapa lembaga yang ngadain untuk ambil tes di tanggal yang aku pengin, tapi kuota sudah penuh) dan juga hasilnya gabisa sehari dua hari jadi, jadi dengan membaca Bismillah aku ikut aja tes TOEFL dengan kondisi masih gantung..
TOEFL kan banyak jenisnya ya? Kalau TOEFL ITP itu yang gimana? Setahu aku TOEFL ITP ini singkatan dari Institutional Testing Program, merupakan tes untuk mengukur kemampuan bahasa inggris kita yang dikeluarkan oleh ETS (English Testing System) khusus untuk wilayah asia. Terus aku baca baca juga kalau TOEFL ITP ini gabisa digunakan buat semua negara, tapi cuma di institusi dan wilayah lokal tertentu. TOEFL ITP ini juga bisa dipakai untuk daftar beberapa beasiswa (Cuma aku googling kalau untuk LPDP program BPI atau program Reguler Magister dan Doktoral luar negeri sudah tidak diperbolehkan menggunakan TOEFL ITP ini, melainkan diganti sama IELTS score).
Waktu itu aku tes interview psikolog tanggal 4 Oktober, dan dikabarin kalau pengumuman buat interview user sekitar 1-2 minggu. Aku googling kalau jadwal tes TOEFL ITP tuh ada tanggal 7, 14 Oktober,dll. Pokoknya kaya seminggu sekali, itu juga di lembaga yang berbeda beda. Karena gambling, pas tanggal 5 aku udah kocar kacir telfon kesana kemari untuk cari tempat tes TOEFL tapi pada penuh. Untungnya temanku Riri mengabari kalau ada 1 lembaga yang masih ada kuota buat tes TOEFL, yaitu ILP Pancoran. Langsung aku telpon dong, tetapii disitu tuh harus daftar dan bayar manual alias gabisa daftar lewat web atau pembayarannya transfer. Akhirnya aku mengeluarkan jurus tolong tolong sama mas masnya di telpon supaya dia memfixkan aku sebagai peserta, tapi dia bilang (paling jadi waiting list mba). Terus aku bilang “Lah? Besok saya udah semangat dateng kesana eh tapi gajadi tes kan sedih mas” wkwkwk. Terus masnya bilang “Yaudah saya daftarin tapi mba dateng beneran kan? Terus harus dateng pagi ya buat daftar ulang”. Disitu gue udah agak tenang tapi tetep aja itu ada indikasi gue waiting list jadi ya gitu lah.
Next yang bikin gonjang ganjing adalah….. Gue samsek ga belajar yang serius! Tolong tolong nih orang tanggal 4 interview psikolog, terus besoknya nyari tempat TOEFL trs tesnya tanggal 7 pagi. Padahal ya kalau gue baca blog orang orang, mereka mah belajar dulu gitu ada preparationnya lah mau tes tuh, ga kaya gue. Mereka baca Longman endesbrey endesbrey. Dibilang ini juga modal nekat dan mengandalkan kemampuan yang sudah ada saja. Tapii untungnya aku punya banyak aplikasi soal TOEFL sama IELTS British council di hp ku, jadi aku sambil nonton sinetron anak langit sambil iseng isi soal itu wkwkwk. Mana pas tanggal 6 malemnya niatnya mau belajar bersama sama Riri, tapi malah curhat curhatan sampe malem (jam 11/12 malem). Wkwk kluntung banget lah padahal besoknya harus nyubuh.
Kemudian di tanggal 7 nya, pagi pagi aku dan Riri (nginep dirumahku) sudah mandi sarapan dan minta doa restu mamahku untuk berperang dalam tes TOEFL itu. Langsung kita capcuz ke stasiun Bekasi untuk naik KRL sampai stasiun Duren Kalibata, dan lanjut naik gojek buat ke ILPnya. Murah kok naik gojeknya Cuma 5 atau 6 K gitu, soalnya deket J. Terus sesampainya disanaaa, bener aja kan nama gue blm ada di daftar nama peserta, tapi masih di waiting list. Kluntung pisann, untung gue beneran dateng pagi buat daftar ulang. Terus aku daftar deh dan bayar disitu (495K). Jadi mending nanti kalian kalau mau tes TOEFL ITP disini, harus dateng ke tempatnya buat daftar yaa dan daftarnya harus jauh hari. Enaknya di ILP Pancoran ini adalah, mas mas dan mba mba nya ramah ramah bangett. Terus mereka ada sehari untuk TOEFL preparation gitu sebelum tes. Kalau gue sih jelas ga hadir, wong baru daftar aja di hari H. Hahahaha.
Sekitar jam 10 kita disuruh masuk ke ruangan, saat itu ruangannya dibagi menjadi 2, dan apesnya karena absen gue di urutan bawah akibat waiting list, gue kepisah sama Riri. Sedih bener wkwk. Gue seruangan sama mas mas, bapak bapak dan ibu ibu. Kayaknya kalau dilihat dari wajahnya sih, gue paling muda wkwk. Terus dibagilah kita kuisioner dan soal TOEFL beserta lembar jawabannya. Kuisionernya itu isinya kaya kenapa mau tes TOEFL ITP, terus tujuannya buat apa ambil tes itu. Untuk soalnya sendiri, ini soalnya keren euy ada tulisan diprint dari USA wkwk, jeung disegel deui. Jadi kita gaboleh ngebuka segel sebelum ada instruksi dari pengawas. Untuk lembar jawabannya, itu lembar jawaban computer, which means harus diisi pakai pensil 2B. Aku deg deg an banget disitu karena sadar kalau I have no preparation dan melihat peserta lain yang nampak sudah sangat PRO, dan melihat buku soal yang berbeda dari buku soal TOEFL prediction. Terus part of jengjet nya adalah, mas pengawasnya tiba tiba bilang “Oh iya, nanti hasilnya bisa diambil seminggu kemudian dan yang scorenya dibawah 460 gadapet sertifikat, tapi cuma dapet yang lembaran pink keterangan score hasil TOEFLnya saja”. Lah gue kan makin deg deg an ya. Emang sih persyaratan seleksi itu TOEFLnya minimal 400 aja, tapi kan tetep aja sedih banget kalau gue gadapet sertifikat. Sebenernya yang bikin sedih karena………………………………….. gue udah bayar 495K! wkwkwk
Kemudian tes pun dimulai, sesi pertama itu listening 50 soal. Awal awal mah masih gampang kaya percakapan 2 orang gitu, terus nanti paling pertanyaannya “What does the woman mean?”. Ya yang begitu begitu deh. Makin ke nomor akhir akhir, makin susah. Apalagi dua monolog terakhir. Jadi soalnya kaya rekaman suara dosen yang lagi menjelaskan tentang history gitu lah, itu panjang bener dia ngomongnya. Aku kan keburu lupa dia ngomong apa aja, mana gabisa nyatet kata kata penting selama dia ngomong kan. Menurut aku sih bagian listening yang akhir ini lebih susah TOEFL ITP dibanding pas aku tes TOEFL prediction, lebih panjang aja rekaman suaranya. Terus disamping aku kan mas mas gitu ya, entah dia deg deg an atau gimana, aku merhatiin kakinya gerak gerak kaya lagi ngejahit di mesin jahit. Kaya mamang konveksi/ garmen gitu, makinlah aku buyar gara gara ke distract merhatiin dia wkwk. Sampe setelah aku sadar bahwa aku lagi tes, aku balik arah menghadap tembok dan merem supaya aku bener bener bisa konsen ke dialog yang super panjang itu wkwk. Jadi kuncinya di listening ini adalah harus fokus dan konsentrasi dan jangan iseng culang cileung liat kanan kiri. Wkwkwk.
Beres listening kita diperintah untuk membuka lembaran soal selanjutnya yaitu section structure and written expression. Bagian ini ada 40 soal. Untuk structure itu, jadi ada sebuah kalimat yang ditengah2nya ada titik titik. Nah kita tinggal isi apa kata yang cocok untuk melengkapi kalimat tersebut. Ini lumayan mudah kata aku, soalnya ada pilihan jawabannya wkwkwk. Kalau untuk written expression soalnya tiap soal ada satu kalimat gitu, nah terus pilih deh manakah kata yang salah dalam kalimat tersebut. Ini lebih sulit menurut ku karena kita dituntut untuk jeli. Terlebih gue ga terlalu pro grammar dan sentences. Soal written yang paling gampang adalah yang persamaan sebanding (?) Duh aku lupa apa itu namanya di aturan bahasa inggris. Misalnya I often spend my leisure time in swimming, travelling and run. Ini mah sudah jelas yang salah adalah kata run, harusnya adalah running. Kalau tips buat di part ini sih ya… kudu belajar wkwkwk. Oh iya, di tes TOEFL ITP ini kalau udah pindah part, gaboleh ngebuka part sebelumnya. Jadi beneran listening beresin dulu, dan kalau udah pindah ke part structure and written expression gaboleh balik lagi ke listening. Terus sebelum ada instruksi gaboleh buka soal yang part selanjutnya, which is reading comprehension. Beda sama pas tes yang preparation, aku bisa bolak balik sampe mumet wkwk.
Part yang terakhir adalah reading comprehension. Jadi disini tuh ada beberapa passage, biasanya satu passage bakal ada sekitar 8 soal. Total soal di bagian ini 50 soal. Gue merasa part ini yang paling bisa gue hadapin meskipun part ini membutuhkan kesabaran ekstra karena ceritanya panjang dan kadang pertanyaannya tuh yang jawabannya eksplisit alias tersirat. Jadi kita yang harus menyimpulkan sendiri jawabannya. Kalau trik gue dalam mengerjakan soal ini adalah, liat dulu soalnya dan misalnya di soal itu kata kuncinya adalah “in 1996”. Nah langsung gue liat di passage itu, dan cari kata “in 1996”. Itu lebih mempermudah kita buat mengatur waktu biar ga keteteran. Kata tutor les gue juga, soal reading jawabannya berturut. Misalnya soal no 1 jawabannya ada di paragraph 1, soal no 2 jawabannya ada di paragraph 2, nah soal no 3 jawabannya pasti setelah jawaban soal no 1 dan 2. Jadi kita ga perlu balik lagi baca passage itu dari awal, karena jawabannya gaada di paragraph 1 atau paragraph 2 sebelum jawaban no 2. Jawabannya kemungkinan ada di paragraph 2 setelah jawaban no 2, atau paragraph selanjutnya. Terus untuk bagian ini juga, kuncinya adalah perbanyak vocab. Karena banyak pertanyaan “this word refers to…”. Untungnya nih, kata kata yang refers gitu entah mengapa kebetulan banyak yang gue paham. Lumayan lah jadi yakin beberapa soal bener wkwk.
Nah kalau udah beres, yaudah deh kita udahan. Seminggu kemudian, aku ambil hasil TOEFLnya dengan perasaan ga karu-karuan. Pas sampe di ILP nya, ternyata itu tuh amplopnya disegel gitu jadi confidential, bahkan sehari sebelumnya aku sempet telp ILP nya mau tau dulu scorenya berapa biar ga shock, tapi masnya bilang gabisa diliat wkwkwkw. Pas aku dapet amplop sakti itu, mungkin masnya tau aku pucet dan dia bilang “hayoo berapa ya?”, dalam hati gue “yah, kepo ya mas?” wkwkwk. Dan setelah gue buka didalemnya ada 3 lembar, yaitu sertifikat, kertas keterangan hasil (yang mas pengawas bilang warna pink pas tes), dan kertas keterangan how to interpret your score report. Alhamdulillah nilai gue tidak buruk hehehe.
TOEFL ITP ini sertifikatnya ada 3 jenis berdasarkan scorenya. Kalau score kamu 460 – 542 (level B1), bakal dapet yang warna bronze. Kalau 543-626 (level B2) dapat warna silver dan 628-677 (Level C1) dapat warna gold. Alhamdulillah aku dapat yang warna silver. Dan ternyata oh ternyata nilai ITP sama prediction, bagusan yang ITP dong padahal aku ngerasa dapet sertif aja gatau dapet gatau engga wkwkwk. Tapi part yang scorenya dapet paling rendah yaitu listening. Fix ini gara gara merhatiin mas mas disamping aku. Tapi gimanapun, aku happy banget berarti doaku dikabulkan Allah. Nah segitu aja deh cerita aku yaa. Feel free kalau mau ada yang ditanya :)

Sertifikat TOEFL ITP



Score report and how to interpret your score report

Komentar

  1. Wah boleh saya belajar toefl sama mbak ? Biar saya dapet sertif silver juga hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh dong, tapi nampaknya kamu sudah tidak perlu sertif TOEFL :)

      Hapus
  2. @ichsan muharam Boleh dong, tapi nampaknya kamu sudah tidak perlu sertif TOEFL :)

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum.. Mbak, saat menelpon pihak ILP pakai no,telp atau handphone mbak?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Happy Milad Ikubaru !

Getranke :)