Back After a Long Hibernation: Review about Carrington Coffee
Hallo!
It’s been approximately a year since my last post on this blog. Sometimes what
you want isn’t always what you can ensure to do. Well, if you know about Lana
Del Rey’s song (the title is American), there is a soulful lyric “You make me
crazy, you make me wild”. Especially for me, the word “YOU” refers to the college
life. I’ve got so many freaking assignments complete with their freaking
deadline too. Fortunately, now I’m in my final semester and have nothing to do
except writing my thesis. The things I’m
really grateful for now are my capability and my adequate amount of time to
write on this blog again. Yeaaa! Finally!
As what I said on my previous instagram photo, I
would like to write a short review about a cozy place in my hometown (re:
Bekasi). Tapi aku ga janji bakal pendek karena aku pasti ngelantur kemana-
mana. Hahaha. Aku tulis in bahasa aja yaaa karena tiba-tiba teringat si obosh
yang ga suka kalau aku ngomong bahasa inggris dan dia pasti kepoin blog aku (I
know you, obosh!). Eh btw kayaknya seru juga nyeritain tentang si obosh and the
McD English Accident hahaha. Nanti ya kapan- kapan. Okay, back to the topic,
jadi aku kemarin sempet liburan ke Bekasi dan meet up sama Novi. She’s my
friend since Junior High School and we always keep in touch no matter what
happens. Kita bingung mau pergi kemana karena biasanya kita makan dimsum di
cengos aja atau paling kece makan di hokben (so watir sedunia). Akhirnya aku
dan dia googling café yang ada di Bekasi dan ketemulah beberapa list yang akan
kita kunjungi sekaligus. Namun, tanpa diduga ada kejadian sehingga rencana “running
man” itu gagal dan pada akhirnya kita maksain cabut abis magrib ke daerah
Galaxy tanpa tujuan yang jelas mau kemana. Akhirnya setelah tengok kanan kiri,
“Wihh apa tuh? Dari namanya kayaknya kece ya njo.” Dan masuklah kita ke tempat
ini.
Jadi Carrington Coffee ini terletak di Pulo
Ribung Raya Kav 2 AF 103, Grand Galaxy City, Bekasi Selatan. Dari luar
sebenernya bangunannya terdiri dari 3 lantai dan keliatan kaya ruko biasa aja
karena emang itu kawasan pertokoan. Pintu masuk paling bawah itu dari kaca-
kaca, jadinya dari luar keliatan gimana suasana di dalamnya. Pas awal aku lihat
tuh kaya lucu gitu, ada beberapa kursi yang mirip nanny’s pavillon. Setelah
parkir dan masuk, bener ajaa. Ga nyesel memutuskan kesitu soalnya tempatnya
lucu banget buat foto-foto. Udah gitu pas aku sama benjo dateng kesana, itu
masih sepi jadi kita sempet ngobrol dulu sama mas mas brewer disana. Masnya
ramah banget loh dan lucunya lagi, si masnya logatnya ngapak. Aku udah notice
dari awal dia ngejelasin tentang menu disana, tapi kok dalam hati aku “Si benjo
ga nyadar apa ya, si masnya logatnya ngapak?”. FYI, Benjo ini kuliah di Unsoed
Purwokerto, jadi bahasanya sama kaya masnya. Dan aku juga orang jawa yang tau
dengan sangat tentang bahasa perngapakan. That was such a LOL moment ketika
masnya bilang “Oh mbak nya kuliah di Unsoed? Makannya mendoan ya mbak?” hahaha.
Fix aku udah ngakak banget disitu. Ini dia penampakan dapur kopinya.
Dapur kopinya terletak di lantai 1 dan sekalian
kasir juga disitu. Ini dia penampakan lain dari lantai 1 Carrington Coffee,
sekaligus foto Benjo dan balok kayu yang cute sebagai tanda dimana kita duduk.
Aku dateng ke tempat itu hari minggu kan, dan
masnya cerita kalau setiap Sabtu- Minggu itu rooftop Carrington Coffee dibuka!
Yeayy! Akhirnya setelah ngobrol dan pesen sama masnya, kita langsung
menjelajahi seluruh lantai sampai rooftop café itu. Oh iya, tatacara disitu
adalah, kita masuk, pesen, dan langsung bayar yaa. Nanti kita dikasih nomor
berwujud balok kayu gitu buat menandakan kita duduk dimana. Nah pas kita naik
ke lantai 2, wuihhh tempatnya ulala banget. Menurutku, tata letaknya itu pas
banget dan semua spot itu bagus buat background foto. Hahaha. Pas kita disitu
juga ada yang lagi foto-foto ig-able gitu. Ini dia tempat lantai duanya.
Nah abis itu kita pindah ke lantai 3, eh tapi
gataunya di lantai 3 itu cuma ada kaya ruangan ketutup. Aku juga gatau itu apa
tapi mungkin ruangan bosnya atau ruang rapat. Pokoknya pas lantai 3 tuh
langsung pintu kayu tertutup gitu. Jadi aku dan novi langsung naik lagi ke
rooftop. Nah di rooftop ini ada beberapa pasangan yang lagi ala ala candle
light coffee gitu kali ya. Suasana di rooftop tuh lebih alam gitu soalnya ada
tanaman- tanaman dan kursinya juga kayu-kayu. Tadinya kita juga mau disini,
tapi panas soalnya gaada AC. Selain itu karena rooftop itu outdoor, jadi ya
bisa ngerokok dan kebetulan saat itu ada yang ngerokok, jadi aku males. Hahaha.
Tapi lucu juga nih rooftop, kita bisa melihat seantero jalanan Galaxy dari
sini. Hahaha.
Sekarang aku mau lanjut bahas menunya yaa. Aku
ga tahu semua menu disana, jadi aku bakal bahas yang kita beli aja yaa. The
first one is Café Mocha Hot Latte. Jadi ya kalian udah tau lah ya, ini tuh
mocca yang dikasih latte diatasnya dan disajikan hangat. Ini minuman pesenan
Benjo tapi aku nyobain juga. Rasanya pahit kalau menurutku hahaha. Menurut
Benjo juga pahit makanya dia minta gula tambahan ke mas mas disana. Kalau
kalian penyuka the real mocha hot latte mungkin kalian akan bilang itu enak.
Kalau masalah tampilan sih, jangan ditanya. Berkat keahlian mas mas disana
ngelukis lattenya, jadilah digambar panda gemash seperti ini. Oh iya harganya
Rp. 35.455/cup.
Nah minuman yang aku pilih adalah Jasmine Green
Tea Latte. Sebenernya aku milih ini karena mau nanti hasil fotonya bagus.
Secara kan pasti minuman ini warna hijau ya, terus meja disana coklat muda jadi
aku pikir bakal chic banget hasil fotonya hahaha. Aku nanya ke masnya apakah
itu pahit apa engga, terus kata masnya ga pahit soalnya greentea nya kenapa
gitu.. I forgot wkwk. Dan pas minumanku sampai, beneran lucu banget. Latte nya
digambar bentuk entah itu figur kartun atau kuda nil atau entah apa. Tapi itu
lucu dan aku suka. Hahaha. Rasanya juga sesuai kata masnya, ga pahit. Yeay! Aku
suka. Kalau Benjo ga suka soalnya kata dia segala yang berbau green tea itu
rasanya kaya parfum (Terus lo pernah makan parfum emang, Njo?) wkwk. Harga
minuman ini Rp. 34.545/ cup. Ini liat deh bentuknya lucu kaan.
Untuk pendamping minumannya, Benjo milih cheese
cake. Tadinya kita sempet rebutan untuk siapa yang pesen cheese cake (kita
berdua suka cheese cake). Tapi kalau kita berdua beli cheese cake semua, nanti
kita gabisa nyobain makanan lain. Sampai masnya bilang “iya mba mending
pesennya beda aja, nanti bisa sharing.” Wkwkwk. Masnya udah berasa penengah aja
deh melerai gue dan Benjo yang rebutan cheese cake. Anyway, cheese cake nya enakk.
Mengingatkan ku tentang cheese cake Cizz di Laswi Bandung. Teksturnya lembut
dan cheesy abis. Harganya Rp. 25.455/slice.
In case aku kalah untuk menjadi pemesan cheese
cake, aku akhirnya pesen Triple Chocolate. Aku pilih ini lagi- lagi karena lucu
wujudnya dan perpaduan warnanya bagus. Jadi terlihat enak sepertinya dan mirip
tiramisu. Jadi ini tuh ada 5 layer gitu, yang aku inget tuh kok pas dimakan ada
pahit- pahitnya dan paling atas itu ada serbuk-serbuk hitam. Pas aku tanya
Benjo, dia bilang itu kakao murni kayaknya. Terus aku cuma bilang “oh, pantesan
pahit” (padahal aku yang anak perkebunan, tapi Benjo yang nyadar kalo itu kakao
murni). Hahaha. Untuk cake ini sih overall aku suka, tapi aku ga terlalu suka
kakao murni diatasnya itu. Tekstur cakenya lembut kaya agak mousse gitu deh.
Aku suka pokoknya. Harga Triple chocolate ini Rp. 27.273/slice.
Nah segitu dulu ya cerita yang mau aku share.
Pokoknya menurut aku tempat ini sih harus dikunjungin kalau kalian lagi di
Bekasi. Nilai plusnya lagi adalah mas masnya jago foto. Jadi aku sama benjo
minta tolong untuk difotoin sama mas nya. Padahal niat aku cuma sekali aja kan.
Eh gataunya masnya moto dari berbagai sisi sekaligus menata meja kita bolak
balik. Pokoknya berasa kaya fotografer gitu deh, LOL banget masnya. Jadi jangan
lupa mampir ke Carrington Coffee yaa! Tchao!















Komentar
Posting Komentar